sekapur sirih

Saya, IRWAN JAELANI KURNIAWAN sekarang bertempat tinggal di Jl. Blanak Rt 1 Rw 3 Kabunan Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. Tamat SDN Slawi 2 – sekarang SDN Kudaile 5 – Tahun 1980. Tamat SMP N 1 Slawi Tahun 1983 Kemudian menamatkan pendidikan di SMEA Negeri Slawi Tahun 1986 – Sekarang SMK 1 Slawi -.

Pekerjan saya, menjual koran, tabloid dan majalah di depan Kantor Telkom Slawi. Sumber informasi yang saya peroleh dari berbagai media massa mempunyai andil paling besar atas ” kenekatan ” saya bertarung berebut kursi sebagai Calon Legislatif dari PARTAI INDONESIA SEJAHTERA ( PIS ) 33.

Adalah sudarto teman saya yang berprofesi sebagai penarik becak, bahkan dengan mimik muka yang serius menanyakan kesungguhan saya untuk maju menjadi Caleg., mengingat apa yang selama ini dia bayangkan bahwasannya Pemilu sama saja dengan acara sebar angpao baik kepada konstituen maupun kepada parpol pengusung belum lagi untuk bikin ini bikin itu yangkalaupun dikalkulasi totalnya bisa untuk membeli becak sampai berpuluh – puluh.

Susah juga untuk memaparkan kondisi riil dimasyarakat kepada Sudarto. Akhirnya sambilberandai – andai saya balik mengajukan tanya ” apakah anda punya kenalan anggota DPRD hasil pemilu 2004 lalu ” ? Ketika dijawab banyak. “Pernah melihat mereka makan di warung tegal yang biasa menjadi langganan anda ? di jawab ” tidak ” Atau pernah dengar mereka menyapa ketika ketemu di jalan ? atau belanja kebutuhan sehari – hari dipasar tradisional bahkan melangkahkankaki ke lapak – lapak PKL ? Ketika banyak pertanyaan saya hampir pasti dijawab tidak oleh Sudarto, baru saya memaparkan dengan panjang lebar

Bagaimana mungkin mereka akan tahu dengan kondisi masyarakat kalau makan siang saja tidak pernah di warteg pinggir jalan, sementara kaki mereka enggan melangkah kepasar – pasar tradisional bahkan malas belanja di lapak – lapak PKL ?

Kalau ” merakyat ” hanya sebatas klaim, ” bersih dan peduli ” hanya sebatas slogan, maka menjadi wajar kalau persoalan yang kita hadapi selalu hampir sama setiap tahunnya. Sekedar contoh adalah mengenai ketersediaan pupuk, tuntutan kesejahteraan rekan – rekan guru swasta, atau aspirasi teman -teman PKL yang tidak pernah jelas juntungan pemecahannya.

Saya, IRWAN JAELANI KURNIAWAN tentu saja tidak bisa hanya ” teriak – teriak ” di pinggir jalan melihat sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Saya, IRWAN JAELANI KURNIAWAN wong paling cuma tukang koran berarti rakyat asli !!, kalau rakyat asli dijamin tahu soal penderitaan rakyat !!

Dengan memberi tanda conteng di kolom nama saya yang ada di PARTAI INDONESIA SEJAHTERA ( PIS ) 33 akan berarti bentuk dukungan yang nyata untuk memberi ” warna baru ” agar DPRD Kabupaten Tegal lebih efektif, efisien dan aspiratif sesuai tugas pokok dan fungsi DPRD KabupatenTegal

PARTAI INDONESIA SEJAHTERA ( 33 )

PARTAI INDONESIA SEJAHTERA ( 33 )

PARTAI INDONESIA SEJAHTERA

PARTAI INDONESIA SEJAHTERA